Postingan

Laporan Akhir 1

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Alat dan Bahan 3. Rangkaian Simulasi 4. Prinsip Kerja Rangkaian 5. Video Percobaan 6. Analisa 7. Link Download 1. Jurnal  [Kembali] 2. Alat dan bahan   [Kembali]   A. Alat dan Bahan (Modul De Lorenzo)                  1. Jumper Gambar 1. Jumper           2. Panel DL 2203D            3. Panel DL 2203C            4. Panel DL 2203S Gambar 2. Modul De Lorenzo            B. Alat dan Bahan (Proteus)           1. IC 74LS112 (JK filp flop) Gambar 3. IC 74LS112         2. IC 7474 (D Flip Flop) Gambar 4. IC 7474            3.  Power DC Gambar 5. Power DC           ...

Percobaan 2 Modul 2

Gambar
MODUL 2 PERCOBAAN 2 KONDISI 17 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Kondisi 2. Gambar Rangkaian Simulasi 3. Video Simulasi 4. Prinsip Kerja Rangkaian 5. Link Download 1. Kondisi [Kembali]      Buatlah rangkaian T flip flop seperti pada gambar pada percobaan 2 dengan ketentuan input B0=0, B1=1, B2=1 2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali] Gambar rangkaian sebelum di simulasikan Gambar rangkaian setelah di simulasi 3. Video Simulasi [Kembali] 4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]      Pada rangkaian dengan IC 74LS112 , kondisi B0=1 membuat input R yang bersifat aktif rendah menjadi tidak aktif, sehingga flip-flop tidak di-reset. Dengan J=K=1 , flip-flop bekerja dalam mode toggle , artinya output akan berubah (membalik) setiap kali menerima tepi aktif clock. Input S=1 (aktif rendah) juga tidak memberikan efek set paksa, sehingga flip-flop tetap beroperasi normal. Karena B1 dan B2 sama-sama diberi logika 1 sebagai sumber cloc...

Modul 2

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan ... Tugas Pendahuluan 1 Tugas Pendahuluan 2 Laporan Akhir 1 Laporan Akhir 2 MODUL 2 Flip-Flop 1. Tujuan [Kembali]       1.  Merangkai dan menguji berbagai macam flip-flop. 2. Alat dan Bahan [Kembali] Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo  Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo  Gambar 1.3 Jumper  Panel DL 2203C    Panel DL 2203S   Jumper Laptop 3. Dasar Teori [Kembali]      3.1 Flip-Flop           Flip-flop adalah rangkaian elektronika yang memilki dua kondisi stabil dan  dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Flip-flop merupakan pengaplikasian gerbang logika yang bersifat Multivibrator Bistabil. Dikatakan Multibrator Bistabil karena kedua tingkat tegangan keluaran pada Multivibrator tersebut adalah stabil dan hanya akan mengubah situasi...

Laporan Akhir 3

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Alat dan Bahan 3. Rangkaian Simulasi 4. Prinsip Kerja Rangkaian 5. Video Percobaan 6. Analisa 7. Link Download 1. Jurnal  [Kembali] 2. Alat dan bahan   [Kembali] Multiplexer IC 4052 2. Switch Spdt 3. power supply 4. Ground 5. logic probe Demultiplexer IC 74154 2. Switch Spdt 3. power supply 4. Ground 5. logic probe 3. Rangkaian Simulasi   [Kembali] Percobaan 3a Percobaan 3b 4. Prinsip Kerja   [Kembali]     Multiplexer: Multiplexer analog 4-ke-1 dua kanal berfungsi untuk memilih salah satu dari empat sinyal masukan analog (X0–X3 atau Y0–Y3) agar diteruskan ke keluaran tunggal (X atau Y). Pemilihan jalur input ini ditentukan oleh dua pin kendali digital, yaitu S0 dan S1. Kombinasi logika biner pada S0 dan S1 akan menentukan input mana yang terhubung ke output. Misalnya, saat S1=0 dan S0=0, input X0 disalurkan ke output X, sedangkan Y0 ke output Y. Jika S1=0 dan S0=1, ...

Laporan Akhir 2

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Alat dan Bahan 3. Rangkaian Simulasi 4. Prinsip Kerja Rangkaian 5. Video Percobaan 6. Analisa 7. Link Download 1. Jurnal  [Kembali] 2. Alat dan bahan   [Kembali] Encoder IC 74ls147 2. Switch Spdt 3. power supply 4. Ground 5. logic probe Decoder IC 4028 2. Switch Spdt 3. power supply 4. Ground 5. logic probe 3. Rangkaian Simulasi   [Kembali] Percobaan 2a Percobaan 2b 4. Prinsip Kerja   [Kembali]      Encoder: Rangkaian ini merupakan encoder desimal ke biner yang menggunakan IC encoder prioritas, misalnya 74LS147. Terdapat sepuluh input desimal berupa saklar D0–D9 serta empat output biner Y0–Y3. Cara kerjanya, ketika salah satu saklar ditekan, input tersebut berubah menjadi logika rendah (0), lalu IC mengubahnya menjadi kode biner yang sesuai pada keluaran. Sebagai contoh, jika D0 ditekan maka keluaran adalah 0000, jika D5 ditekan keluarannya 0101, dan jika D9 ditekan ...